Jumat, 12 Desember 2014

mengenangmu

Mengenangmu lebih baik daripada melupakanmu.. kadang melupakan itu lebih sulit dari apa yang kita bayangkan.. dan mengenang adalah hal terindah yang pernah ada untuk mengurangi rasa sakit yang ada dalam hati. Suatu saat aku yakin akan temukan lagi cinta indah yang lebih dari kenangan bersamamu.. Aku yakin Tuhan tsangat menyayangiku hingga dia membuat mu tak bersamaku lagi karena Tuhan maha tau kau bukanlah yang terbaik dalam hidupku.. Hdupku terlalu Indah untuk terus dilalui hanya denganmu. Karena Tuhan telah ciptakan seseorang yang Pantas untuk aku jadikan sandaran.. Tuhan tlah siapkan orang yang lebih kuat darimu.. Aku percaya itu.. Tanpamu aku masih akan Hidup dan temukan kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya bahkan lebih dari indah dari hal indah yang pernah kau berikan untukku... 
Semua itu akan terjadi dan aku Yakin akan semua itu..

Rectoversoo

Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia.
Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku
dan ombak berderu.
Memandangimu saat senja. Berjalan di batas dua dunia.
Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain
hatiku. Andai engkau tahu.
Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu
tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku
mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki
segalanya.
Aku ingin meneriakkan bahagia ini, tapi entah dengan cara
apa.
Tak ada jejakku di sampingmu. Tak ada siapa-siapa. Namun,
aku merasa kita melangkah bersama. Entah bagaimana bisa
begitu.
Ingin rasanya aku ikut berlari, berteriak agar kau
kembali, mencengkeram bahumu agar kau tahu aku ada di sini.
Namun bahasaku tinggal rasa.
Aku hanya ingin merengkuhmu. Adakah engkau tahu? Aku ada.
Percayakah kamu? Aku selalu ada. Kedalam perasaan inilah
engkau akan bermuara, ke dalam perasaan inilah engkau akan
pulang dan bertemu aku lagi. Dan perasaan itu dapat engkau
nikmati sekarang di dalam hati. Tanpa perlu mati. Sekarang.
Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih ada. Aku selalu ada.
Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing
menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber, dan
melebar. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam
untuk menyapamu.
Semakin kuat kau mengayuh, kau malah semakin mundur ke
pasir tempat kau tadi melangkah.
Tempatmu di sana. Kembalilah ke pasir tempat jejak-jejakmu
tersimpan, kembali padanya yang menantimu dengan senyum
sayang.

Engkau tersenyum bersama segenap jiwamu, karena hari ini
kita sama-sama mengetahui satu rahasia: cinta adalah aku,
cinta adalah engkau, cinta adalah dia, dan cinta tak pernah
mati. Sekalipun jasadku sudah.